fe@unnur.ac.id (022) 6034484

Kunjungan Koordinator Kopertis Wilayah IV

Kamis, 04 Januari 2018, Universitas Nurtanio (Unnur) menerima kunjungan Bapak Koordinator Kopertis Wilayah IV, yaitu Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd. Kunjungan kerja ini dalam rangka Pembinaan Dosen di lingkungan perguruan tinggi swasta se-Jabar Banten. Dalam sambutannya Rektor Unnur (Marsda TNI Purn Suparman, S.T., M.M.) menyampaikan sejarah berdirinya Unnur yang semula merupakan penggabungan dari dua institusi pendidikan tinggi yaitu STIA (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi) Angkasa dan AADB (Akademi Aeronautika Dirgantara Bandung). Unnur yang bercirikan dirgantara; saat ini memiliki 4 Fakultas dan satu Program Pascasarjana dengan 15 Prodi. Khusus Fakultas Teknik selain para lulusannya memperoleh gelar sarjana atau ahli madya, mereka juga memperoleh sertifikasi “Ahli Perawatan Pesawat Udara” dari DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Kehadiran Koordinator Kopertis Wilayah IV, disambut oleh Rektor dan staf Rektorat serta pengurus Yayasan Adi Upaya dengan diiringi drumband mahasiswa Fakultas Teknik Unnur.

Hadir dalam pembinaan tersebut adalah seluruh dosen Unnur, para pejabat Unnur dan Yayasan Adi Upaya, serta perwakilan mahasiswa Unnur. Kepada para mahasiswa; Koordinator Kopertis menekankan harus bangga menjadi mahasiswa Unnur karena dengan rasa bangga akan membangkitkan motivasi untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Kepada para dosen, Koordinator Kopertis menekankan tentang esensi peran dosen dan kepentingan pengembangan karir dosen. Peran dosen dalam penerapan Tridharma Perguruan Tinggi merupakan tolok ukur kinerja seorang dosen sekaligus sebagai media dalam mengantarkan para dosen untuk tumbuh dan berkembang dalam jalur karir dosennya. Walaupun dalam kenyataannya dharma Penelitian dan dharma Pengabdian kepada Masyarakat masih sering terlupakan oleh para dosen, dan hal ini banyak terjadi di kebanyakan perguruan tinggi. Untuk melaksanakan kedua dharma tersebut terbuka peluang dengan fasilitas dana yang dapat diperoleh dari Dikti. Terkait dengan jalur karir dosen jangan puas hanya sampai magister saja tetapi terus dikejar untuk meningkatkan diri menuju doktor dan guru besar.   Demikian pula halnya dalam hal jabatan fungsional harus berupaya untuk meningkatkan jangan hanya berhenti pada asisten ahli saja tetapi terus tingkatkan ke lektor dan seterusnya sesuai ketentuan yang berlaku. Tingkatkan budaya menulis dalam jurnal baik jurnal nasional maupun jurnal internasional.

Kepada Rektor Unnur dan pengurus Yayasan Adi Upaya diminta untuk terus memperhatikan dan meningkatkan pembinaan para dosen, Diharapkan jumlah doktor dan profesor di Unnur terus meningkat. Jangan cukup puas telah memperoleh akreditasi intitusi dengan predikat “B” namun perlu juga memperbaiki indikator-indikator lainnya untuk menuju perguruan tinggi unggul, yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Untuk memperoleh hal tersebut jangan hanya puas pada tolok ukur standar atau normatif saja, namun harus melebihi batas tolok ukur yang telah ditetapkan. Hal ini hanya dapat dicapai dengan adanya kerjasama dan sinergi seluruh sivitas akademika Unnur dan para dosen sebagai penjurunya dengan dukungan Rektorat dan Yayasan yang berjalan seiring sesuai tujuan yang telah ditetapkan.